Nasib Buruk Arsenal

Nasib Buruk Arsenal

Kalah 1-5 dalam lawatan ke Allianz Arena membuat banyak media menilai peluang Arsenal lolos ke delapan besar sudah habis. The Gunners memang akan main di kandang pada leg kedua, tapi laga itu mungkin cuma sekadar kesempatan untuk memperkecil agregat kekalahan dan menghindarkan mereka dari malu karena tersingkir dengan skor telak.

Tapi Rabu (8/3/2017) dinihari tadi, Arsenal malah dikubur lebih dalam, dan kali ini terjadi di depan pendukungnya sendiri. Arsene Wenger mengalami De Ja Vu mimpi buruk saat timnya kalah telak 1-5. ‘Meriam London’ terdepak dari Liga Champions dengan kekalahan agregat raksasa 2-10.

Arsenal jatuh ke dalam lubang yang sama. Yang menarik, laga di Allianz Arena dua pekan lalu dan pertandingan di Emirates Stadium pagi tadi memang punya beberapa kesamaan.

Selain skor, kesamaan pertama adalah soal nasib buruk Laurent Koscielny. Saat main di Jerman dia tak bisa menuntaskan laga karena mengalami cedera di menit 49. Posisinya digantikan Gabriel Paulista ketika itu.

Sementara malam tadi bek asal Prancis itu juga urung main 90 menit. Dia diusir wasit pada menit 55 akibat melanggar Robert Lewandowski, pelanggaran yang berujung penalti dan kemudian membuat Bayern menyamakan kedudukan 1-1. Ketiadaan Koscielny membuat lini belakang Arsenal rapuh dan berbuntut lahirnya empat gol tambahan di kedua leg.

Kesamaan lainnya adalah soal betapa cepatnya Bayern mampu mencetak gol secara beruntun. Pada leg pertama Bayern mencetak tiga gol dalam periode 10 menit (Lewandowski ’53 dan Thiago ’56 dan ’63). Ketiga gol cepat tersebut menjatuhkan mental Arsenal hingga ke titik paling rendah dan dengan singkat menghabisi perlawanan The Gunners. Arsenal yang menyudahi babak pertama dalam posisi 1-1, langsung tertinggal 4-1 saat babak kedua baru berjalan separuh.

Sementara di leg kedua, Die Roten bikin tiga cepat di penghujung laga, dengan total durasi hanya delapan menit. Douglas Costa mengawalinya di menit 78, lalu Arturo Vidal membuat brace di menit 80 dan 85. Tak seperti di leg pertama di mana trigol cepat menghancurkan mental Arsenal, trigol cepat di leg kedua sudah tidak berarti apa-apa lagi buat Arsenal – kecuali cuma menambah malu saja.

Leave a Reply

%d bloggers like this: