Persija Kejar Peringkat Lima dengan Porsi Besar Untuk Pemain Muda

Persija Kejar Peringkat Lima dengan Porsi Besar Untuk Pemain Muda

Persija Jakarta tengah memasuki era baru di bawah kepemilikan Gede Widiade. Macan Kemayoran memberikan porsi besar untuk pemain muda dalam mengarungi Liga 1.

Kedatangan Gede ke Persija pada 14 Maret 2017 membawa angin segar, meski juga cukup membingungkan. Sebagai pemilik saham mayoritas, Gede menjabat sebagai direktur utama.

Namun, pria asal Bali itu cukuo gesit dan bisa meyakinkan suporter kalau Persija akan lebih ganas musim ini. Dia mengawali langkah dengan melunasi utang-utang Persija yang disebut-sebut cukup besar, mencapai Rp 50 miliar.

Gede juga seiring sejalan dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang memberi porsi lebih kepada pemain U-23. Macan Kemayoran pun relaks dengan regulasi PT LIB yang membuat aturan pergantian lima pemain dalam tiap pertandingan Liga 1 nanti.

Di saat banyak tim-tim yang mengeluhkan regulasi lima pemain U-23 dengan tiga sebagai starter Persija malah mempunyai sembilan pemain U-23. Mereka adalah M. Rizky Darmawan, Rezaldi Hehanusa, Ryuji Utomo, Irfandi Zein, Sutanto Tan, Abrizal Umanailo, Hargianto (pinjaman dari Bhayangkara FC), Muhamad Rasul, dan Pandi Lestaluhu.

Cara itu tentu bukan hanya bisa mengakali neraca keuangan klub di saat banyak klub-klub yang membidik pemain-pemain lebih berpengalaman, tapi bisa menjadi panggung yang baik bagi pemain-pemain muda.

Namun, Persija masih butuh kerja ekstra keras untuk bisa menunjukkan diri sebagai sebuah tim klasik di jagat sepakbola tanah air. Dalam dua laga uji tanding terakhir melawan Timnas Indonesia U-22 dan PS TNI, mereka tak sanggup mencetak gol dan menyudahi laga dengan skor 0-0.

Menjadi tantangan pelatih Stefano Cugurra Teco untuk menunjukkan Persija adalah sebuah tim besar dengan sejarah panjang pada liga dengan operator anyar ini. Apalagi, Teco bukanlah sosok baru buat Persija. Dia resmi menukangi Persija sejak 30 Desember 2016 saat bos Persija masih di tangan Ferry Paulus.

Pelatih 42 tahun dari Brasil itu ditunjuk sebagai pengganti Muhammad Zein Al Hadad atau yang akrab disapa Mamak. Bersama Mamak, Persija menutup Indonesian Soccer Championship dengan hasil yang kurang oke, finis di peringkat ke-14.

“Kita incar (peringkat) kelima tapi kita harus kerja keras. Ini tentunya cukup berat, tapi kita harus kerja di tiap-tiap pertandingan. Target lima besar harus benar-benar dicapai,” ujar Teco selepas laga uji tanding kontra PS TNI pada 9 April 2017.

Tantangan lain Tecco dan para pemain Persija musim ini–boleh dibilang sudah tradisi–dengan akan kembali lagi menjadi tim musafir yang lebih permanen. Peluang untuk bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta dipastikan tertutup karena stadion itu tengah direnovasi untuk menghadapi Asian Games 2018. Persija tengah berupaya untuk bermarkas di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: